Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

Asia Membaca

Matahari telah berlepasan dari dekor-dekornya. Tapi kami masih hadapi langit yang sama, tanah yang sama. Asia. Setelah dewa-dewa pergi, jadi batu dalam pesawat-pesawat TV; setelah waktu-waktu yang lain menghancurkan, dan cerita lama memanggili lagi dari negeri lain, setiap kata jadi berbau bensin di situ. Dan kami terurai lagi lewat baju-baju lain. Asia. Kapal-kapal membuka pasar, mengganti naga dan lembu dengan minyak bumi. Membawa kami ke depan telepon berdering.

Di situ kami meranggas, dalam taruhan berbagai kekuatan. Mengantar pembisuan jadi jalan-jalan di malam hari. Asia. Lalu kami masuki dekor-dekor baru, bendera-bendera baru, cinta yang lain lagi, mendapatkan hari yang melebihi waktu; Membaca yang tak boleh dibaca, menulis yang tak boleh ditulis.

Tanah berkaca-kaca di situ, mencium bau manusia, menyimpan kami dari segala jaman. Asia. Kami pahami lagi debur laut, tempat para leluhur mengirim burung-burung, mencipta kasta. Asia hanya ditemui, seperti malam-malam mencari segumpal tanah yang hilang: Tempat bahasa ditemukan.

Asia.

Afrizal Malna, 1985

Kamis, 25 Oktober 2012

Dunia Perkuliahan di Mata Saya

Tanpa terasa, UTS sudah mendatangi gue satu per satu. Gue sebagai mahasiswi baru yang masih unyu polos serta lucu ini, hanya dapat berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melewati semua "cobaan" dari kampus ini.

Sastra Indonesia.
"Paling mentok-mentok jadi guru!"
Gue paling benci kata-kata itu. TERUS? Kalau gue jadi guru, artinya itu udah kepentok? Cih.

Setiap orang punya pilihan, ada yang memang terlahir dengan memiliki bakat mencintai dunia pendidikan (pastinya bukan gue), bakat memasak, bakat jahil, bakat melawak, dan... Bakat menulis.

Eitss, menulis? Bakat?
Hmm, sebenarnya nggak juga.
Menulis bukan bakat, tetapi tekad. Ya, kalau lo memiliki tekad yang kuat untuk menulis, juga nggak pernah menyerah untuk selalu menulis, menulis, menulis... Pasti bisa!

Di sini, gue mau berbagi cerita tentang dunia perkuliahan yang... Keras! *gigit-gigit batok kelapa*
Ini serius, ya. *benerin posisi duduk*

Ketika lo diterima di PTN, pasti rasa bangga langsung menyelimuti lo dan sekeluarga besar lo. Nggak masalah.
Ketika lo mulai dihadapkan dengan kegiatan ospek, pasti berbagai keluhan mulai datang. "Gue belum mandi dari pagi sampe malem, disuruh nyebur danau, make up luntur... OMG!"
Ketika lo dihadapkan dengan....... *jeng-jeng-jeng*
KULIAH YANG SEBENARNYA.
Seakan di pintu masuk kampus lo terpampang baliho raksasa bertuliskan:

"Welcome to the jungle!"

Ini fakta, Bung.
Jangan harap, kalau lo telat, bakal ada yang menghukum lo lari keliling lapangan terus baru diizinin masuk kelas.
Jangan harap.
Lo telat masuk kelas pas kuliah? Hanya ada dua pilihan.
Pertama, dosennya emang lagi baik dan lo diizinin masuk biarpun udah telat 2 jam. Kedua, lo gak dibukain pintu. Selesai.

Pas udah kuliah, lo mau ke kampus dengan baju paling gembel yang lo punya, sepatu paling butut, maupun rambut yang udah kayak Wiro Sableng sekalipun... Nggak ada yang akan marahin lo. Di sini nggak ada guru BK, cuy.

Bukan cuma sekadar itu. Yang paling terlihat di sini adalah pergaulannya.
Pertama kali, gue shock parah dengan banyaknya mahasiswi yang ngerokok. Secara, di fakultas gue itu nggak termasuk kawasan bebas asap rokok. Lama-lama gue mulai ngerti kenapa mereka yang notabene adalah perempuan, memilih merokok sebagai jalan hidupnya.
Pergaulan, Bro.
Suka nongkrong, ngobrol-ngobrol, ditawarin ini, itu... Dan, BLAM!
Semudah itu.

Gue bukanlah mahasiswi yang niat kuliah cuma untuk belajar doang. Tapi gue juga bukan mahasiswi yang niat kuliah cuma sekadar untuk organisasi, nongkrong, dll.
Gue pengen bisa seimbang di antara keduanya.
Karena gue masuk jurusan ini atas pilihan gue sendiri, maka gue juga udah memperhitungkan segalanya dengan lumayan baik. Ilmu yang gue dapat di kuliah ini, akan sangat sangat membantu kehidupan dunia kepenulisan gue. Di sini, gue juga dapet kenalan banyak teman yang bisa "searah" sama gue. Gabung di komunitas menulis dan komunitas sastra.
Setiap orang memiliki jalannya masing-masing, nggak ada yang bisa maksa diri lo kecuali hati kecil lo sendiri.

Semoga tulisan gue ini bermanfaat untuk kalian-kalian yang akan masuk ke dunia perkuliahan.
Good luck, ya! Semangat belajar :)

Salam unyu,

Dhilla,  mahasiswi Prodi Indonesia UI 2012

Rabu, 24 Oktober 2012

Kicauan 140 Karakter


Siapa yang tidak mengenal Twitter? Sebuah situs microblogging yang menjamur di seluruh belahan dunia. Meskipun di situs ini tulisan kita dibatasi oleh 140 karakter, namun penggunanya terus meningkat seiring berkembangnya teknologi informasi. Twitter kini telah menjadi media sosial yang dikenal mulai dari kalangan remaja ABG hingga pejabat pemerintahan. Semua orang tidak ingin ketinggalan informasi yang fresh dari Twitter ini.

Pada awalnya, ide Twitter yaitu agar individu bisa menggunakan SMS layanan untuk berkomunikasi dengan kelompok yang lebih kecil. Kemudian, popularitas Twitter mendongkrak pada tahun 2007, dalam festival South by Southwest (SXSW). Selama acara tersebut berlangsung, penggunaan Twitter meningkat dari 20.000 kicauan per hari menjadi 60.000. Reaksi pengguna Twitter di festival itu sangat positif.

Tulisan yang dipublikasikan melalui Twitter disebut tweet (kicauan). Kita dapat menulis opini, berita, pesan kepada orang lain, maupun menjadikannya sebagai buku harian online. Namun, setiap tweet terbatas pada 140 karakter, sehingga menuntut penggunanya untuk dapat memanfaatkan keterbatasan karakter tersebut seefektif mungkin. Bagi sebagian penggunanya, keterbatasan ini juga melatih penggunaan kalimat efektif dalam penulisan. Namun, hal ini juga menyebabkan penggunaan kata-kata yang disingkat, sehingga sering terjadi kesalahpahaman antara penulis dan pembaca.

Tweet seseorang bebas dipublikasikan dan dibaca oleh semua pengguna Twitter, kecuali jika si pengguna mem-protect akunnya, maka tweet-nya hanya akan dapat dilihat oleh followers-nya. Follower (pengikut) adalah akun orang lain yang menjadikan kita sebagai teman di Twitter. Sedangkan following adalah akun orang lain yang ingin kita jadikan sebagai teman. Jika jumlah followers-nya banyak, menunjukkan bahwa si penulis itu memiliki tweet yang berkualitas.

Karena dianggap lebih praktis dibandingkan dengan media jejaring sosial lainnya, maka Twitter lebih dipilih sebagai media komunikasi. Dapat kita ambil contoh, situs berita “Detik News” selain menggunakan blog sebagai tempat update berita terkini, juga memanfaatkan Twitter sebagai media penyampaian berita yang ter-update. Pejabat pemerintahan seperti Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan Informatika) juga tak ingin ketinggalan. Ia sering menuliskan berbagai informasi mengenai perkembangan teknologi dan informasi di akunnya tersebut.

Bagi Anda yang telah memiliki akun Twitter, istilah mention, retweet, dan direct message tentu sudah tidak asing lagi. Jika kita ingin menyampaikan pesan pada orang lain, cukup sertakan username orang tersebut dan Anda sudah mengirimkan mention kepadanya. Pesan ini akan dapat dibaca oleh seluruh followers Anda. Namun jika ingin mengirimkan pesan secara pribadi, Anda cukup mengirimkan direct message kepada orang tersebut. Selain dapat mengirim dan menerima pesan, Twitter juga memfasilitasi penggunanya dengan istilah retweet, yaitu mengopi tweet penulis lain, namun masih menyertakan akun penulis aslinya, sehingga tidak melanggar hak cipta sang penulis.

Twitter selain digunakan sebagai media komunikasi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan bakat dan minat. Jika Anda hobi menulis, Anda dapat berlatih menulis dengan Twitter. Karena “kicauan” Anda terbatas pada 140 karakter, maka Anda akan terbiasa menulis sesuatu dengan to the point, tanpa menghilangkan gagasan utama dari tulisan Anda tersebut. Di masa kini, Twitter juga kerap kali digunakan sebagai media online shop yang memposting foto barang-barang yang mereka jual.


Sabtu, 16 April 2011

Inilah 10 tempat paling mengerikan, menyeramkan, dan menakutkan di dunia..Kebanyakan diantaranya disebabkan oleh perang, pembunuhan, penganiayaan, penculikan, pemerkosaan,dll. Selain itu juga karena masalah suhu yang ekstrim yang tidak memungkinkan untuk bertahan hidup.....


10. Rusia
Di Rusia, ada lebih banyak gangster daripada polisi. Orang Rusia dibunuh tiap 18 menitnya, dan rata-rata terjadi 84 kasus pembunuhan sehari dari toal jumlah penduduk sebanyak 143 juta jiwa. Pusat kriminalitas Rusia berada di Republik Chechnya, daerah dalam Rusia tepatnya sebelah utara Georgia. Pelacuran, perdagangan narkoba, dan rumah makan bawah tanah secara arbitrer dikuasai oleh orang Chechnya. Orang asing diculik lebih sering karena tebusan yang lebih tinggi. Tindakan kriminal lainnya: pencurian dompet, ponsel, kamera, uang, dan penyerangan fisik. Dari negara Super-Power sampai negara dunia ketiga bertanya-tanya apakah komunisme benar-benar menjadi obat untuk Rusia.

9. Brazil
Apabila anda ingin berpergian ke Brasil, tidak menjadi soal apakah anda akan dirampok, tapi masalahnya hanya waktu! Kesenjangan sosial masih terus meningkat di samping kekayaan luar biasa di negara yang sedang memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak ini. Tetapi dengan kemakmuran yang meningkat, laju kejahatan juga ikut-ikutan melonjak. Tindak kejahatan di jalan-jalan terus merajalela di bagian-bagian Rio de Janeiro dan Sao Paolo, dan banyak korban dibiarkan tak terluka, mereka membawa pecahan botol untuk dipukul ke leher anda karena gelang yang anda pakai. Insiden “penculikan cepat” berkembang di kota-kota besar. Mereka memaksa korbannya untuk menambil uang di ATM untuk tebusan. Apabila korban tidak dapat membayar, mereka bisa menelpon orang tua atau keluarga mereka di rumah. Selain kejahatan di jalan-jalan, kelompok-kelompok penjahat terorganisir memerangi polisi dan lembaga umum lainnya yang tak dapat disogok. Kerusuhan di penjara secara brutal semakin menjadi-jadi, obat-obatan terlarang dan narco-terorisme menghantui penduduk sipil. Dan jika anda selamat dalam seluruh bencana itu – piranha sedang menunggu anda.

8. Afrika Selatan
Negara ini pernah disebut sebagai “Ibukota pemerkosaan di dunia”. Walaupun kasus perkosaan sudah nampak cenderung menurun ke angka 113.700 pada 2004, tapi kembali naik pada 2005 sampai ke angka 118.300 kasus. Statistik lain untuk Afrika Selatan menunjukkan secara mengerikan laju kasus pembunuhannya yang tinggi. Tuan rumah World Cup 2010 ini berada terus-menerus di daftar 5 teratas negara2 yang tingkat pembunuhannya paling tinggi. Kebanyakan tindak kejahatan terjadi daerah penduduk miskin. Bertani di Afrika Selatan sudah menjadi salah satu profesi yang paling berbahaya di dunia. Laju pembunuhan bagi para petani adalah 313.000 – sekitar 8 kali rata-rata laju pembunuhan nasional. Dan di mana pun, seks bisa sangat berbahaya di Afrika Selatan, di mana lebih dari 10 juta orang mengidap virus HIV.

7. Burundi
Disini memang kecil, tapi negara miskin yang padat penduduknya ini mempunyai masalah yang sangat besar. Perang saudara antara suku Hutus dan suku Tutsis mencerai-beraikan bangsa ini antara tahun 1993 sampai tahun 2006. Gencatan senjatapun dilancarkan namun kebanyakan suplai makanan urung dilaksanakan. Pembunuhan dan kekacauan masal bersaing dengan masalah lingkungan sebagai sakit kepala yang paling besar bagi orang Burundi. Daftar pemimpin yang dibunuh ekstensif, dan kontrol bangsa sudah sering berpindah tangan sejak 50 tahun terakhir. Kejahatan yang dilakukan dengan mengembara mengeroyok dan anak-anak bersenjata adalah ancaman bagi pengunjung. Penjabalan, pembajakan mobil dan penculikan menngintai setiap saat, oleh sebab itu anda dinasehati tidak menghentikan mobil untuk membeli cendera-mata. Apabila anda dilukai atau diciderai di Burundi, anda mungkin perlu menguasai teknik medis, karena kebanyakan klinik lokal disana tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk membantu anda.

6. Antartika
Ketika pembunuhan, perkosaan dan perampokan mungkin tidak menjadi masalah besar di bagian dunia ini, lain halnya dengan kondisi alam disini yang sangat tidak bersahabat. Antartika adalah rumah untuk beberapa kondisi cuaca ekstrim, dengan air raksa yang turun secara teratur di bawah -60 derajat Celsius (-100F) dan angin yang bertiup lebih dari 100km per jam. Jika anda telanjang di cuaca ini selama lebih dari sejam, anda sudah pasti akan mati. Antartika tidak mempunyai rumah sakit, tak ada makanan untuk dimakan dan jika anda hilang, tak ada banyak harapan. Tetapi setidaknya ada satu kedai McDonalds di Scott Base jika anda berhasil menemukannya.

5. Afghanistan
Negara ini selama ratusan tahun, menjadi salah satu wilayah di dunia yang paling strategis dan diperebutkan oleh banyak pihak. Padahal negara ini termasuk negara yang miskin, sulit berkembang, dan memiliki keadaan ekonomi dan politik yang tidak stabil. Pada waktu Uni Soviet menginvasi daerah ini, Pasukan Merah Rusia menanam lebih dari 12 juta ranjau darat di Afghanistan. Ratusan orang tewas, tercabik-cabik, dan lumpuh akibat ledakan ranjau yang dipasang. Setelah Uni Soviet mendatangi Taliban ,Taliban menyatakan kontrol wanita dilarang dari pekerjaan dan universitas. Pada 2001, Amerika Serikat menggulingkan Taliban. Tetapi penggarongan, persaingan suku dan penggunaan obat-obatan terlarang yang marak menggambarkan kekerasan sudah menyebabkan negara ini menjadi tidak stabil. Pemboman bunuh diri adalah ancaman terus-menerus, dan tak seorang pun di Afganistan aman. Serangan bunuh diri yang paling maut terjadi di propinsi Baghlan pada November 2007, yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Selain itu, Afganistan juga termasuk pemasok ganja dan candu terbesar di dunia.

4. Somalia
Somalia adalah negara yang pemerintahannya gagal akibat dari anarkinya, korupsi, kekurangan pemerintah, dan kelaparan. Para turis diperingatkan agar tidak memasuki Somalia, yang menyatakan diri nya “Republik Merdeka Somaliland” atau berlayar dekat “Terompet Afrika”. Bajak laut mengawasi perairan ini yang diperlengkapi dengan AK-47 dan akan merampas barang2 dan menahan anda untuk dijadikan tebusan. Perkelahian antar suku sudah meminta ribuan jiwa di sebelah utara Somalia. Sedangkan di ibu kota, Mogadishu diperebutkan oleh banyak suku dan pemimpin perang. Etiopia pernah menyerang tentara Islamiah di Somalia pada akhir 2006, dan menyebabkan ratusan korban tewas dan ribuan korban penggusuran. Jika anda benar-benar terpaksa ke daerah ini, yakinkanlah asuransi anda masih berlaku.

3. Sudan
Keputus-asaan, kematian dan perusakan ialah “simbol” dari negara Sudan. Terorisme adalah masalah utama bangsa ini, yang sudah dikuasai oleh rezim militer Islamiah sejak kemerdekaannya. Beberapa pembunuh terkenal dunia telah menjejakkan kakinya di Sudan. Mereka melakukan aksinya dengan mengebom mobil, peluncuran roket dan pembantaian massal. Kekerasan banyak terjadi di daerah Darfur di antara milisi pemback-up pemerintah, tentara pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak lokal. Sudan juga telah menyebabkani perang terbuka dengan Cad yang berkaitan dengan konflik Darfur. Sejak 2003, 230.000 orang pengungsi Sudan sudah melarikan diri ke Cad timur dari Darfur. Lebih dari dua juta orang tewas dalam 2 perang saudara yang terjadi selama 50 tahun terakhir. Dengan kondisi gurunnya yang suram, Sudan adalah salah satu tempat yang paling jelek di planet ini.

2. Kolombia
Penculikan adalah masalah utama di Kolombia. Sedikitnya telah terjadi 2338 kasus penculikan di Kolombia pada tahun 1998. Dan 138 orang di antaranya telah dibunuh oleh para penculiknya. Menempati peringkat 4 dunia sebagai “negara pembunuh” dengan total pembunuhan mencapai 696.800 kasus pada tahun 2006. Target utama para pembunuh adalah para walikota, lusinan dari mereka terbunuh setiap tahunnya. Dan tentu saja, siapa yang dapat melupakan kokain? Kolombia memasok 75% persediaan kokain dunia dan terima kasih untuk Pablo Escobar dan Cali Cartel, kelompok-kelompok paramiliter yang sudah memerangi pemerintah dalam konflik berdarah dengan tanpa akhir. Di 2005, 5 orang misionaris Katolik dibunuh, turun dari 9 pada tahun 1999. Pantai indah dan gunung terjal di Kolombia seharusnya menjadikannya firdaus bagi wisatawan, tetapi mungkin tempat ini bisa menjadi tempat yang paling berbahaya untuk dikunjungi.

1. Irak
Tidak masalah entah anda adalah George Bush, Pele atau Chuck Norris – anda tidak akan pernah aman di Irak. Meskipun negara ini kaya akan cadangan minyaknya, tetapi Irak adalah negara yang hancur dimana identik dengan kekerasan, keputus-asaan dan kebingungan. Sejak 2003, Amerika Serikat sudah menduduki Irak dan menyebabkan perang saudara yang meminta korban lebih dari 650 000 penduduk sipil. Al-Qaeda, pemberontak Sunni, angkatan perang keamanan Shiite, pemberontak Kurdish, tentara Amerika, tentara Turki dan penjahat kriminal dilibatkan di siklus kekerasan yang sayangnya, tidak akan mereda dengan cepat tiap saat. Ranjau yang diimprovisasi/ Improvised Explosive Devices (IEDs), Explosively Formed Penetrators (EFPs) dan ladang ranjau adalah ancaman terus-menerus, seperti pesawat pembom bunuh diri yang juga sudah membunuh ratusan orang. Penculikan dan pembunuhan acak dilaporkan dengan hampir membuat pikiran mati rasa frekuensi. Sejak 2003, 2 juta orang Irak sudah melarikan diri ke negara tetangga dan 1,9 juta lainnya tetap tinggal di Irak dengan tergusur dari rumah mereka. Uranium yang dihabiskan yang dipakai sebagai putaran untuk menembus baju baja akan meracuni penduduk sipil Irak dan montir AS selama beberapa dasawarsa. Sungguh, inilah neraka di bumi.