Rabu, 12 Juni 2013
Dulu, Aku Pernah Punya Hati
Asia Membaca
Sabtu, 01 Juni 2013
June is A Poem
Juni pernah menciptakan cerita
Juni pernah menabur cinta
Juni pernah memberi asa
Juni pernah memercikkan rasa
Kadang aku bertanya,
Juni yang menciptakan cerita;
Atau kita yang menciptakan cerita Juni?
Mengantung dalam benakku,
Juni yang menabur cinta;
Atau kita yang membeberkan cinta pada Juni?
Tanda tanya belum usai,
Juni yang memberi asa;
Atau kita yang berekspektasi terlampau tinggi pada Juni?
Pertanyaan terakhirku,
Juni yang memercikkan rasa;
Atau kita yang berusaha menutup luka pada Juni?
Agaknya saya salah dalam menggunakan kata 'kita' dalam hamparan aksara ini.
Mungkin, pernah ada 'kita' pada suatu hari di bulan Juni.
Yang tidak lagi ada.
Tidak akan lagi ada.
Juni tak selalu tentang luka.
Juni tak selalu tentang suka.
Juni adalah puisi.
Puisi adalah juni.
Minggu, 10 Maret 2013
Bingkai Ilusi
Menyapu pandang
Malamku mendadak lenggang
Tiada jejak terpancang
Melukiskan sesosok bayang
Pada sudut hati yang rapuh
Seonggok kenangan berserakan tanpa arti
Ruang hati yang sesak bertambah pilu
Namun tak sedikit pun meninggalkan ragu
Melangkah meski tanpa arah
Berlari, berputar, dan mengambil jalan lain
Membersihkan diri dan hati
Menghilang, berharap tenang...
dan tetap nyata.
Minggu, 24 Februari 2013
Kupu-kupu
Selasa, 19 Februari 2013
Bait Waktu
selamat pagi, jangan lupa sarapan.
pukul lima lewat tiga puluh sembilan.
semoga pada hari ini tidak ada kekesalan.
pukul lima lewat empat puluh.
sejujurnya, rindu ini selalu utuh.
pukul lima lewat empat puluh satu.
apa kau merindu seperti itu?
pukul lima lewat empat puluh dua.
rasanya, rindu ini milikku seorang saja.
pukul lima lewat empat puluh tiga.
perasaan ini mengguncang jiwa raga.
pukul lima lewat empat puluh lima.
aku pun sadar, tak boleh seperti ini terlalu lama.
pukul lima lewat empat puluh enam.
masih banyak mimpi yang harus kugenggam.
pukul empat lewat empat puluh tujuh.
maka, izinkan takdir membuat kita sementara menjauh.
pukul empat lewat empat puluh delapan.
mungkin saja, kita menyatu kembali di masa depan.
pukul empat lewat empat puluh sembilan.
semoga bukan sekadar imajinasi dan khayalan.
pukul empat lewat lima puluh.
hati ini pasti tahu ke mana jalan pulang; meski terasa jauh.
pukul empat lewat lima puluh satu.
jika Allah berkehendak, kita pasti menyatu.
Sabtu, 16 Februari 2013
Sastra Neptunus
Bahasamu.
Yang terkadang tak mampu kumengerti, tak terjangkau oleh imajinasiku.
Bahasamu.
Yang mengandung isyarat; tentang bertahan atau pun melepas.
Bahasamu.
Yang membuat bunga-bunga di hatiku merekah sempurna.
Bahasamu.
Yang berasal dari planet neptunus, penuh misteri.
Bahasamu.
Yang meski tak kupahami, namun tetap kupelajari karena cinta.
sas·tra n 1 bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yg dipakai dl kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari); 2 kesusastraan; 3 kitab suci Hindu; kitab ilmu pengetahuan; 4 kitab; pustaka; primbon (berisi ramalan, hitungan, dsb); 5 tulisan; huruf.
Kamis, 14 Februari 2013
Mati Berhenti
Senin, 11 Februari 2013
Moving
Senyum itu berpindah kepemilikan, entah bagaimana prosesnya.
Rindu itu berpindah rumah, entah bagaimana perpindahannya.
Kekaguman itu merayap ke arah lain, entah bagaimana pergerakannya.
Diam-diam bersyukur, berharap luka cepat terkubur. Menyadari bahwa kamu tidak lagi mendominasi ruang di sudut hati ini. Berganti. Menepi. Menanti. Sepi.
Biarlah seperti ini.
Jengah bermain hati. Biarkan hati bermain sendiri dalam imajinasi yang tak dapat dipahami.
Aku tetap di sini.
Mengamati siluet senja yang perlahan pergi digantikan oleh cahaya bulan.
Lebih indah; menenggelamkan gundah.
Selasa, 05 Februari 2013
Mendahului Pagi
padahal sisa-sisa kegelapan masih kentara
di langit yang menyimpan bejuta nelangsa
pun secercah harapan tercipta
siluet mentari pagi memberi debar di dada
membangkitkan ingatan tentang malam sebelumnya;
kehadiranmu di dalam selimutku,
bertukar kehangatan dalam iman yang membeku
tidak ada yang patut kutunggu lagi
aku menyeruak dalam duka ini sendiri
sementara kau pergi tanpa nurani
mendahului pagi.
Rabu, 30 Januari 2013
Kedap Suara
berteriak
memaki
memuji
tertawa
menangis
berharap didengar
meski nyatanya:
tidak.
aku di sini
mengurung diri
tak dipedulikan
dalam ruang
kedap suara
Kamis, 24 Januari 2013
Asap
kepada kalimat yang belum terucap
sampaikan segala isyarat berupa asap
melayang tanpa bimbang
membaur bersama angin tempatnya terkenang
sudah kukatakan, aku tak kan pergi
namun lisanmu membakar hatiku
maka perasaanku pun tinggallah abu
yang kini kau sesali sampai mati
Kau Serupa Puisi
Rabu, 23 Januari 2013
Hadirkan Aku Dalam Mimpimu
biarkan mendekam dalam sepi
tanpa arti; berdiam diri
memberi ruang pada bayang yang memantul
membatasi batas, menyelami kedangkalan
agaknya segala terasa hambar
serupa tak tergenggamnya angan
bergemul dalam rangkaian mimpi dengan sabar
bahkan ketika aku pun menyadari
dulu tak ada aku; tak ada kita
kau tak menyertakan aku dalam sebaris mimpi
yang kau rangkai secara sempurna
awanku runtuh menjadi gerimis
kau tak menginginkan basah
aku menepis
mengapa jadi serbasalah?
punggungku memunggungimu
hadirkan dulu aku dalam mimpimu
barulah kau datangi aku
memohon agar kembali padamu
menciptakan berlembar-lembar halaman mimpi
kita; bukan kau
tak kuinginkan kebersamaan semu
karena nyata dapat dirasakan sampai mati, nanti.
Selasa, 22 Januari 2013
Elegi
Misteri Pagi
Pagi selalu memiliki misteri tentang ruang ingatan yang seharusnya terkunci rapat. Membangkitkan gejolak yang selalu kauhindari pada malam sebelumnya. Bagaimana langit membiru, padahal separuhnya masih menyimpan gelap? Bagaimana semesta sepakat untuk mengingatkanku padamu? Apa daya mengelak, bila kenyataannya, pagi selalu dapat menerima maaf tak bertuan. Pagi, aku tak ingin terjebak dalam misteri ini lagi. Izinkanlah aku menyendiri.
Tanpa pagi.
Kamis, 17 Januari 2013
November
Kamis, 27 Desember 2012
Puisi Kamis
Rabu, 19 Desember 2012
Ini Puisi Sepi
Sabtu, 15 Desember 2012
R4♥
Jika aku memiliki malam gelap yang kosong, maka mereka adalah tiga buah bintang yang muncul untuk menyinari malamku. Tanpa mengharap sang bulan akan hadir menemani ataupun tidak, mereka pasti muncul. Terkadang berjauhan, terkadang sangat dekat. Namun, satu yang pasti; mereka selalu ada.


