Rabu, 12 Juni 2013
Dulu, Aku Pernah Punya Hati
Asia Membaca
Sabtu, 01 Juni 2013
June is A Poem
Juni pernah menciptakan cerita
Juni pernah menabur cinta
Juni pernah memberi asa
Juni pernah memercikkan rasa
Kadang aku bertanya,
Juni yang menciptakan cerita;
Atau kita yang menciptakan cerita Juni?
Mengantung dalam benakku,
Juni yang menabur cinta;
Atau kita yang membeberkan cinta pada Juni?
Tanda tanya belum usai,
Juni yang memberi asa;
Atau kita yang berekspektasi terlampau tinggi pada Juni?
Pertanyaan terakhirku,
Juni yang memercikkan rasa;
Atau kita yang berusaha menutup luka pada Juni?
Agaknya saya salah dalam menggunakan kata 'kita' dalam hamparan aksara ini.
Mungkin, pernah ada 'kita' pada suatu hari di bulan Juni.
Yang tidak lagi ada.
Tidak akan lagi ada.
Juni tak selalu tentang luka.
Juni tak selalu tentang suka.
Juni adalah puisi.
Puisi adalah juni.
Selasa, 09 April 2013
Nothing
"Jangan tumbuh," kataku pada perasaan yang menjalar ke seluruh tubuhku.
Sayangnya, ucapanku tak berpengaruh apa pun. Perasaan itu tetap tumbuh. Mengikat kuat meski aku tak sepakat. Terlambat. Aku pun terjerat.
"Jangan cemburu," kataku pada gemuruh yang menyambar dadaku ketika melihat kau akrab dengan perempuan lain.
Tak ada yang berubah. Badai berkecamuk di dalam sini. Murka hendak pecah menjadi kata-kata. Pada akhirnya, semua terjawab dengan diam dan airmata.
"Jangan bertahan," kataku pada hatiku yang rapuh.
"Jangan diam," kata seonggok luka di dalam sana.
Aku bergerak. Entah mendekati atau menjauhi. Yang kuketahui saat itu hanyalah mataku menangkap senyummu yang berpendar sesaat, kemudian hilang. Mati. Lenyap.
Tak ada siapa pun. Tak ada yang terluka.
Tinggallah aku bersama setitik kegelapan bernama sepi.
Tak ada.
Segala ilusi perlahan merangkak pergi.
Sunyi; sepi.
Kembali sendiri.
Senin, 01 April 2013
Satu?
"SATU!"
Semoga masih teingat di dalam benak kita tentang memori indah ini. Keakraban ketika semua masih begitu menyatu tanpa ragu. Meski diselimuti malu, "Siapa namamu? Dari SMA mana?"
Senyum yang merekah tulus. Tangan-tangan yang terulur sambil mengucapkan nama masing-masing. Ah, tidakkah kalian rindu?
Ketika nyanyian masih seirama meski tanpa nada. Ketika tawa tak memerlukan lelucon berarti, asalkan bersama. Ketika perbedaan latar belakang bukan menjadi suatu hal yang berarti. Ketika semua masih utuh tanpa ada yang merasa tersisih...
Semoga "satu" yang kita ucapkan pada waktu itu bukan sekadar bual belaka.
Ke mana perginya rasa peduli itu?
Ke mana hilangnya sapa kehangatan itu?
Mungkin lenyap... tanpa pernah kausadari.
Minggu, 10 Maret 2013
Bingkai Ilusi
Menyapu pandang
Malamku mendadak lenggang
Tiada jejak terpancang
Melukiskan sesosok bayang
Pada sudut hati yang rapuh
Seonggok kenangan berserakan tanpa arti
Ruang hati yang sesak bertambah pilu
Namun tak sedikit pun meninggalkan ragu
Melangkah meski tanpa arah
Berlari, berputar, dan mengambil jalan lain
Membersihkan diri dan hati
Menghilang, berharap tenang...
dan tetap nyata.
Selasa, 19 Februari 2013
Bait Waktu
selamat pagi, jangan lupa sarapan.
pukul lima lewat tiga puluh sembilan.
semoga pada hari ini tidak ada kekesalan.
pukul lima lewat empat puluh.
sejujurnya, rindu ini selalu utuh.
pukul lima lewat empat puluh satu.
apa kau merindu seperti itu?
pukul lima lewat empat puluh dua.
rasanya, rindu ini milikku seorang saja.
pukul lima lewat empat puluh tiga.
perasaan ini mengguncang jiwa raga.
pukul lima lewat empat puluh lima.
aku pun sadar, tak boleh seperti ini terlalu lama.
pukul lima lewat empat puluh enam.
masih banyak mimpi yang harus kugenggam.
pukul empat lewat empat puluh tujuh.
maka, izinkan takdir membuat kita sementara menjauh.
pukul empat lewat empat puluh delapan.
mungkin saja, kita menyatu kembali di masa depan.
pukul empat lewat empat puluh sembilan.
semoga bukan sekadar imajinasi dan khayalan.
pukul empat lewat lima puluh.
hati ini pasti tahu ke mana jalan pulang; meski terasa jauh.
pukul empat lewat lima puluh satu.
jika Allah berkehendak, kita pasti menyatu.
Sabtu, 16 Februari 2013
Sastra Neptunus
Bahasamu.
Yang terkadang tak mampu kumengerti, tak terjangkau oleh imajinasiku.
Bahasamu.
Yang mengandung isyarat; tentang bertahan atau pun melepas.
Bahasamu.
Yang membuat bunga-bunga di hatiku merekah sempurna.
Bahasamu.
Yang berasal dari planet neptunus, penuh misteri.
Bahasamu.
Yang meski tak kupahami, namun tetap kupelajari karena cinta.
sas·tra n 1 bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yg dipakai dl kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari); 2 kesusastraan; 3 kitab suci Hindu; kitab ilmu pengetahuan; 4 kitab; pustaka; primbon (berisi ramalan, hitungan, dsb); 5 tulisan; huruf.
Kamis, 14 Februari 2013
Mati Berhenti
Senin, 11 Februari 2013
Moving
Senyum itu berpindah kepemilikan, entah bagaimana prosesnya.
Rindu itu berpindah rumah, entah bagaimana perpindahannya.
Kekaguman itu merayap ke arah lain, entah bagaimana pergerakannya.
Diam-diam bersyukur, berharap luka cepat terkubur. Menyadari bahwa kamu tidak lagi mendominasi ruang di sudut hati ini. Berganti. Menepi. Menanti. Sepi.
Biarlah seperti ini.
Jengah bermain hati. Biarkan hati bermain sendiri dalam imajinasi yang tak dapat dipahami.
Aku tetap di sini.
Mengamati siluet senja yang perlahan pergi digantikan oleh cahaya bulan.
Lebih indah; menenggelamkan gundah.
Selasa, 05 Februari 2013
Mendahului Pagi
padahal sisa-sisa kegelapan masih kentara
di langit yang menyimpan bejuta nelangsa
pun secercah harapan tercipta
siluet mentari pagi memberi debar di dada
membangkitkan ingatan tentang malam sebelumnya;
kehadiranmu di dalam selimutku,
bertukar kehangatan dalam iman yang membeku
tidak ada yang patut kutunggu lagi
aku menyeruak dalam duka ini sendiri
sementara kau pergi tanpa nurani
mendahului pagi.
Rabu, 30 Januari 2013
Kedap Suara
berteriak
memaki
memuji
tertawa
menangis
berharap didengar
meski nyatanya:
tidak.
aku di sini
mengurung diri
tak dipedulikan
dalam ruang
kedap suara
Kamis, 24 Januari 2013
Asap
kepada kalimat yang belum terucap
sampaikan segala isyarat berupa asap
melayang tanpa bimbang
membaur bersama angin tempatnya terkenang
sudah kukatakan, aku tak kan pergi
namun lisanmu membakar hatiku
maka perasaanku pun tinggallah abu
yang kini kau sesali sampai mati
